Siapa yang merasa kurang paham dan sering bertanya apa itu RPL? Ada yang mengira jurusan ini sama dengan TKJ padahal sudah jelas jurusan ini beda dengan TKJ. Lalu apa itu jurusan RPL, apa keunggulan jurusan RPL, apa saja yang dipelajari di jurusan RPL, dan nanti jurusan RPL kerja apa?. Yuk kita bahas lebih detail.


Apa Itu Jurusan RPL?
RPL adalah singkatan dari Rekayasa Perangkat Lunak dan merupakan sebuah jurusan yang ada di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). RPL adalah sebuah jurusan yang mempelajari dan mendalami semua cara-cara pengembangan perangkat lunak termasuk pembuatan, pemeliharaan, manajemen organisasi pengembangan perangkat lunak dan manajemen kualitas.

Bukan hanya itu, RPL juga berkaitan dengan software komputer mulai dari pembuatan website, aplikasi, game dan semua yang berkaitan dengan pemrograman dengan menguasai bahasa pemrograman tersebut. Intinya RPL tidak akan jauh-jauh dari tiga hal yaitu Coding, Desain dan Algoritma yang akan menjadi kunci keberhasilan rekayasa perangkat lunak tersebut.

Keunggulan Jurusan RPL
1. Mampu bekerja di berbagai bidang karena sudah dibekali dengan berbagai ilmu dan pengetahuan.
2. Dalam melakukan kerja lapangan akan lebih mudah karena saat pembelajaran sudah sering melakukan kerja praktek.
3. Pekerjaan nya yang relatif mudah dan santai, dapat dikerjakan dimanapun dan kapanpun menggunakan koneksi tentunya.
4. Lebih terdepan dari jurusan lainnya dan orang awam diluar sana karena jurusan RPL lebih mengerti dan mendalami berbagai teknologi.
5. Mampu memasang sebuah Personal Computer.
6. Mengerti akan fungsi dari komponen komputer.

Apa Saja Yang Dipelajari Di Jurusan RPL?
Sebetulnya RPL (Rekayasa Perangkat Lunak) itu Gampang ! tidak jauh jauh sama 3 hal ini yaitu:
1. Coding
2. Desain
3. Algoritma
Didalam Coding, Desain dan Algoritma tersebut masih ada Point-Point penting RPL (Rekayasa Perangkat Lunak). Inilah point-point (Dibaca = Pelajaran Penting) tersebut :

1. Coding
– Pemograman Bahasa Pascal
– Pemograman Bahasa C
– Pemograman Bahasa C++
– Pemograman Bahasa Java
– Pemograman Bahasa Python (*)
– Pemograman Bahasa Delphi (*)
– Pemograman PHP & Mysql
– Pemograman JavaScript
– Pemograman AJAX (*)
– Pemograman Web Server
– Pemograman HTML
– Pemograman CSS
– Dan masih banyak lagi

2. Desain
– Photoshop
– Corel Draw
– Video Editing
– Web Design
– Dan masih banyak lagi

3. Algoritma
– Algoritma Dasar
– Algoritma tingkat Lanjut
– Microsoft Access
– Gerbang Logika
– Basis Data
– DFD (Data Flow Diagram)
– Dan masih banyak lagi

Biasanya selain itu jurusan RPL juga mempelajari tentang Perakitan Komputer, Jaringan Dasar dan masih banyak lagi. Kenapa selalu ada masih banyak lagi? karena jurusan RPL ini bersinggungan dengan teknologi sehingga perkembanganya mengikuti. Jadi, kesimpulannya RPL (Rekayasa Perangkat Lunak) itu tidak sekedar Membuat Program (Software) dan Membuat Web saja. RPL (Rekayasa Perangkat Lunak) Itu Luas.


Jurusan RPL Kerja Apa?
Banyak yang tanya jurusan RPL itu nanti kalau lulus bisa kerja apa? apa saja lowongan kerja lulusan SMK jurusan RPL. Berikut daftar peluang kerja jurusan RPL:

1. Konfersi PSD ke WordPress
Merupakan pekerjaan yang berperan untuk anda agar mampu memenuhi kebutuhan klien salah satunya mengubah hasil photoshop menjadi file wordpress.

2. Developer IT
Merupakan pekerjaan yang mengharuskan anda dapat mengembangkan perangkat lunak dengan memenuhi kebutuhan klien. Seperti perangkat lunak untuk pendidikan, bisnis, hiburan games, telekomunikasi dll.

3. Programmer
Membuat program sebagau perangkat lunak dari komputeer untuk memudahkan fungsi tertentu. Programmer dapat bekerja di segala bidang baik industri, pertelevisan, perbankan, media. Jadi peluang kerja jurusan rpl sangat banyak.

4. IT colsultant
Anda bisa bekerja sebagai IT consultant yang beperan dalam perencanaan dan pengevaluasian penerapan IT pada sebuah organisasi. Jadi lowongan kerja smk jurusan rpl banyak, tinggal anda mencari informasinya.

5. System Analyst dan system integrator
Yang nantinya anda harus berperan dalam melakukan analisis terhadap sistem atau program yang berbasis teknologi dan informasi dalam suatu perusahaan dan membuat solusi yang integrasi dan memanfaatkan perangkat lunak. Ini menjadi salah satu peluang kerja lulusan smk jurusan rpl.

6. Database engineer / data base administrator
Berperan dalam perencanaan pemeliharaan basis data (termasuk data warehouse)

7. Web engineer
Bertugas merancang dan membangun website beserta layanan dan fasilitas berjalan di atasnya dan bertanggung jawab dalam pemeliharaan website dan mengembangkannya

8. Computer network / data communication engineer
Bertugas untuk merancang arsitektur jaringan komputer dan melakukan perawatan, pengelolaan jaringan dalam instansi atau perusahaan.

9. Game developer
Anda diharuskan dapat mengembangkan perangkat lunak multimedia game dan

10. Intellegent system developer
Mengembangkan perangkat lunak yang intelegen seperti sistem pakar, image recognizer dll.

11. Software tester
Anda diharuskan dapat berperan khusus sebagai penguji perangkat lunak dan bertanggung jawab atas kebenaran fungsi dari perangkat lunak maupun dari sistem.
Metode AHP dikembangkan oleh Thomas L. Saaty, seorang ahli matematika. Metode ini adalah sebuah kerangka untuk mengambil keputusan dengan efektif atas persoalan yang kompleks dengan menyederhanakan dan mempercepat proses pengambilan keputusan dengan memecahkan persoalan tersebut kedalam bagian-bagiannya, menata bagian atau variabel ini dalam suatu susunan hirarki, member nilai numerik pada pertimbangan subjektif tentang pentingnya tiap variabel dan mensintesis berbagai pertimbangan ini untuk menetapkan variabel yang mana yang memiliki prioritas paling tinggi dan bertindak untuk mempengaruhi hasil pada situasi tersebut.



Metode AHP ini membantu memecahkan persoalan yang kompleks dengan menstruktur suatu hirarki kriteria, pihak yang berkepentingan, hasil dan dengan menarik berbagai pertimbangan guna mengembangkan bobot atau prioritas. Metode ini juga menggabungkan kekuatan dari perasaan dan logika yang bersangkutan pada berbagai persoalan, lalu mensintesis berbagai pertimbangan yang beragam menjadi hasil yang cocok dengan perkiraan kita secara intuitif sebagaimana yang dipresentasikan pada pertimbangan yang telah dibuat.

Proses hierarki adalah suatu model yang memberikan kesempatan bagi perorangan atau kelompok untuk membangun gagasan-gagasan dan mendefinisikan persoalan dengan cara membuat asumsi mereka masing-masing dan memperoleh pemecahan yang diinginkan darinya. Ada dua alasan utama untuk menyatakan suatu tindakan akan lebih baik dibanding tindakan lain. Alasan yang pertama adalah pengaruh-pengaruh tindakan tersebut kadang-kadang tidak dapat dibandingkan karena sutu ukuran atau bidang yang berbeda dan kedua, menyatakan bahwa pengaruh tindakan tersebut kadang-kadang saling bentrok, artinya perbaikan pengaruh tindakan tersebut yang satu dapat dicapai dengan pemburukan lainnya. Kedua alasan tersebut akan menyulitkan dalam membuat ekuivalensi antar pengaruh sehingga diperlukan suatu skala luwes yang disebut prioritas.

Prinsip Dasar dan Aksioma

1. Dekomposisi
Dengan prinsip ini struktur masalah yang kompleks dibagi menjadi bagian-bagian secara hierarki. Tujuan didefinisikan dari yang umum sampai khusus. Dalam bentuk yang paling sederhana struktur akan dibandingkan tujuan, kriteria dan level alternatif.

Tiap himpunan alternatif mungkin akan dibagi lebih jauh menjadi tingkatan yang lebih detail, mencakup lebih banyak kriteria yang lain. Level paling atas dari hirarki merupakan tujuan yang terdiri atas satu elemen. Level berikutnya mungkin mengandung beberapa elemen, di mana elemen-elemen tersebut bisa dibandingkan, memiliki kepentingan yang hampir sama dan tidak memiliki perbedaan yang terlalu mencolok. Jika perbedaan terlalu besar harus dibuatkan level yang baru.

2. Perbandingan penilaian/pertimbangan (comparative judgments).
Dengan prinsip ini akan dibangun perbandingan berpasangan dari semua elemen yang ada dengan tujuan menghasilkan skala kepentingan relatif dari elemen. Penilaian menghasilkan skala penilaian yang berupa angka. Perbandingan berpasangan dalam bentuk matriks jika dikombinasikan akan menghasilkan prioritas.

3. Sintesa Prioritas
Sintesa prioritas dilakukan dengan mengalikan prioritas lokal dengan prioritas dari kriteria bersangkutan di level atasnya dan menambahkannya ke tiap elemen dalam level yang dipengaruhi kriteria. Hasilnya berupa gabungan atau dikenal dengan prioritas global yang kemudian digunakan untuk memboboti prioritas lokal dari elemen di level terendah sesuai dengan kriterianya.

AHP didasarkan atas 3 aksioma utama yaitu :
1. Aksioma Resiprokal
Aksioma ini menyatakan jika PC (EA,EB) adalah sebuah perbandingan berpasangan antara elemen A dan elemen B, dengan memperhitungkan C sebagai elemen parent, menunjukkan berapa kali lebih banyak properti yang dimiliki elemen A terhadap B, maka PC (EB,EA)= 1/ PC (EA,EB). Misalnya jika A 5 kali lebih besar daripada B, maka B=1/5 A.
2. Aksioma Homogenitas
Aksioma ini menyatakan bahwa elemen yang dibandingkan tidak berbeda terlalu jauh. Jika perbedaan terlalu besar, hasil yang didapatkan mengandung nilai kesalahan yang tinggi. Ketika hirarki dibangun, kita harus berusaha mengatur elemen-elemen agar elemen tersebut tidak menghasilkan hasil dengan akurasi rendah dan inkonsistensi tinggi.
3. Aksioma Ketergantungan
Aksioma ini menyatakan bahwa prioritas elemen dalam hirarki tidak bergantung pada elemen level di bawahnya. Aksioma ini membuat kita bisa menerapkan prinsip komposisi hirarki.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan dalam Metode AHP adalah sebagai berikut:
1. Struktur yang berhierarki sebagai konskwensi dari kriteria yang dipilih sampai pada sub-sub kriteria yang paling dalam.
2. Memperhitungkan validitas sampai batas toleransi inkonsentrasi sebagai kriteria dan alternatif yang dipilih oleh para pengambil keputusan.
3. Memperhitungkan daya tahan atau ketahanan output analisis sensitivitas pengambilan keputusan.
Metode “pairwise comparison” AHP mempunyai kemampuan untuk memecahkan masalah yang diteliti multi obyek dan multi kriteria yang berdasar pada perbandingan preferensi dari tiap elemen dalam hierarki.
Jadi model ini merupakan model yang komperehensif. Pembuat keputusan menetukan pilihan atas pasangan perbandingan yang sederhana, membengun semua prioritas untuk urutan alternatif. “Pairwaise comparison” AHP menggunakan data yang ada bersifat kualitatif berdasarkan pada persepsi, pengalaman, intuisi sehigga dirasakan dan diamati, namun kelengkapan data numerik tidak menunjang untuk memodelkan secara kuantitatif.


Kelemahan dalam Metode AHP adalah sebagai berikut:
1.      Ketergantungan model AHP pada input utamanya.Input utama ini berupa persepsi seorang ahli sehingga dalam hal ini melibatkan subyektifitas sang ahli selain itu juga model menjadi tidak berarti jika ahli tersebut memberikan penilaian yang keliru.
2.      Metode AHP ini hanya metode matematis tanpa ada pengujian secara statistik sehingga tidak ada batas kepercayaan dari kebenaran model yang terbentuk.

Tahapan dalam Metode AHP

Langkah – langkah  dan proses Analisis Hierarki Proses (AHP) adalah sebagai berikut:
1.      Mendefinisikan permasalahan dan penentuan tujuan. Jika AHP digunakan untuk memilih alternatif atau menyusun prioriras alternatif, pada tahap ini dilakukan pengembangan alternatif.
2.      Menyusun masalah kedalam hierarki sehingga permasalahan yang kompleks dapat ditinjau dari sisi yang detail dan terukur.
3.      Penyusunan prioritas untuk tiap elemen masalah pada hierarki. Proses ini menghasilkan bobot atau kontribusi elemen terhadap pencapaian tujuan sehingga elemen dengan bobot tertinggi memiliki prioritas penanganan. Prioritas dihasilkan dari suatu matriks perbandinagan berpasangan antara seluruh elemen pada tingkat hierarki yang sama.
4.      Melakukan pengujian konsitensi terhadap perbandingan antar elemen yang didapatan pada tiap tingkat hierarki.
Sedangkan langkah-langkah “pairwise comparison” AHP adalah :
1.      Pengambilan data dari obyek yang diteliti.
2.      Menghitung data dari bobot perbandingan berpasangan responden dengan metode “pairwise comparison” AHP berdasar hasil kuisioner.
3.      Menghitung rata-rata rasio konsistensi dari masing-masing responden.
4.      Pengolahan dengan metode “pairwise comparison” AHP.
5.      Setelah dilakukan pengolahan tersebut, maka dapat disimpulkan adanya konsitensi   dengan tidak, bila data tidak konsisten maka diulangi lagi dengan pengambilan data seperti semula, namun bila sebaliknya maka digolongkan data terbobot yang selanjutnya dapat dicari nilai beta (b).