Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis dan sistematis yang disusun untuk menyelesaikan suatu masalah atau mencapai tujuan tertentu. Dalam konteks pemrograman, algoritma berfungsi sebagai "cetak biru" (blueprint) atau logika dasar sebelum sebuah program ditulis menggunakan bahasa pemrograman tertentu.
Karakteristik Algoritma yang Baik
Menurut standar ilmu komputer (seperti kriteria dari Donald E. Knuth),
algoritma harus memiliki sifat-sifat berikut :
Keterbatasan (Finiteness): Harus berhenti setelah melakukan sejumlah langkah tertentu.
Kepastian (Definiteness): Setiap langkah harus didefinisikan secara jelas dan tidak ambigu.
Input & Output: Memiliki nol atau lebih masukan, dan menghasilkan setidaknya satu keluaran sebagai solusi.
Efektivitas: Setiap instruksi harus cukup sederhana sehingga dapat dikerjakan dalam waktu yang masuk akal.
Contoh Sederhana :
Jika masalahnya adalah "Bagaimana cara mengurutkan angka [3, 1, 2]?",
maka algoritmanya bisa berupa :
Bandingkan angka pertama (3) dengan angka kedua (1).
Jika angka pertama lebih besar, tukar posisinya menjadi [1, 3, 2].
Bandingkan angka kedua (3) dengan angka ketiga (2).
Jika angka kedua lebih besar, tukar posisinya menjadi [1, 2, 3].
Selesai.
Struktur Dasar :
Secara umum, algoritma dibangun menggunakan tiga jenis alur kontrol utama :
Sekuensial: Langkah-langkah dijalankan secara berurutan dari atas ke bawah.
Percabangan (Selection): Memilih langkah berdasarkan kondisi tertentu (misal: if-then-else).
Perulangan (Iteration): Menjalankan langkah yang sama berulang kali hingga kondisi terpenuhi.
Paradigma pemrograman adalah gaya, pola pikir, atau pendekatan metode dalam mengorganisir dan menyusun kode untuk memecahkan masalah komputer. Paradigma memberikan pedoman struktur, fitur, dan logika (imperatif vs deklaratif) yang digunakan, bukan alat fisik. Jenis utamanya meliputi Prosedural (langkah berurutan), Berorientasi Objek/OOP (objek dan data), dan Fungsional.
Berikut adalah rincian paradigma pemrograman utama :
Paradigma Imperatif: Berfokus pada bagaimana sebuah instruksi dijalankan langkah demi langkah.
Prosedural: Menggunakan prosedur/fungsi untuk memanipulasi data, seperti resep masakan, contoh: C, Pascal, Python.
Berorientasi Objek: Mengorganisir kode berdasarkan objek yang merangkum data dan perilaku (enkapsulasi), contoh: Java, Python, C++.
Paradigma Deklaratif: Berfokus pada apa hasil akhir yang diinginkan, bukan langkah detailnya.
Fungsional: Berbasis fungsi murni dan menghindari perubahan state.
Logis: Menggunakan aturan logika (fakta dan inferensi), contoh: Prolog.
Pemilihan paradigma bergantung pada jenis proyek dan kompleksitas masalah yang ingin diselesaikan. Banyak bahasa modern bersifat multi-paradigma, mendukung penggunaan beberapa pendekatan sekaligus.
Hubungan antara paradigma dan algoritma sangat erat karena keduanya adalah komponen pembentuk sebuah program, namun berada pada level abstraksi yang berbeda. Secara sederhana, algoritma adalah logika penyelesaian masalah (rencana), sedangkan paradigma adalah gaya atau cara mengimplementasikan rencana tersebut ke dalam kode.
Berikut adalah poin-main hubungan keduanya:
1. Strategi Implementasi
Satu algoritma yang sama bisa ditulis dengan gaya yang sangat berbeda tergantung paradigmanya :
Algoritma Pengurutan (Sorting): Dalam Paradigma Imperatif, Anda menulis algoritma dengan merinci setiap langkah pemindahan data dalam memori (misal: menggunakan loop dan variabel sementara).
Dalam Paradigma Fungsional, Anda mendefinisikan algoritma sebagai serangkaian transformasi data menggunakan fungsi rekursif, tanpa mengubah data asli.
2. Fokus Penyelesaian
Algoritma berfokus pada efisiensi langkah (bagaimana menyelesaikan masalah dengan waktu dan memori paling sedikit).
Paradigma berfokus pada struktur dan organisasi kode (bagaimana membuat langkah-langkah tersebut mudah dibaca, dikelola, atau dikembangkan ulang).
3. Batasan dan Kemudahan
Paradigma tertentu menyediakan fitur yang memudahkan algoritma tertentu. Contohnya, algoritma simulasi dunia nyata yang kompleks lebih mudah diimplementasikan dalam Object-Oriented Programming (OOP) karena algoritma tersebut dapat dipecah menjadi interaksi antar objek. Sebaliknya, algoritma pencarian data dalam database besar paling efisien dinyatakan secara Deklaratif (seperti SQL) karena sistemlah yang mengoptimalkan langkah detailnya.
Kesimpulan:
Algoritma adalah "resepnya", sedangkan paradigma adalah "teknik memasaknya". Pemilihan paradigma yang tepat dapat membuat algoritma yang kompleks menjadi lebih sederhana dan efisien untuk dikelola. Untuk mengenal lebih dalam mengenai dasar pemprograman dan paradigma pemprograman anda bisa belajar dengan bermain game berbasis Code Writer melalui QR Code berikut.


